Rabu, 02 April 2014

CONTOH PTK MATEMATIKA MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI GEOMETRI DALAM BENTUK KUBUS DAN BALOK (KODE 39)

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 0856 42 444 991


                                                                                BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bidang studi Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan di tingkat sekolah dasar. Sampai saat ini, pelajaran Matematika masih menjadi masalah bagi siswa. Hal ini dapat dilihat dari keluhan siswa yang mengatakan bahwa Matematika itu sulit, dan nilai rata-rata keas untuk bidang studi Matematika lebih rendah daripada niai rata-rata kelas untuk bidang studi yang lain. Kondisi ini terlihat pada saat diaksanakannya jejak pendapat untuk siswa kelas V di SD Negeri I Tanjung Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, di mana dari 28 anak yang ada, baru 8 anak atau 27,59 % yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 20 anak atau 72,41 belum mencapai ketuntasan belajar Matematika, khususnya pada materi Geometri. Siswa yang harus mengikuti remedial mencapai 20 anak atau 72,41 dari siswa kelas V yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa bidang studi Matematika merupakan bidang studi yang sulit dan peru mendapat perhatian khusus dari pendidik. Untuk lebih jelasnya, dapat disajikan data tingkat ketuntasan belajar siswa kelas V berdasarkan hasil ulangan harian pada semester I di Sekoah Dasar Negeri Tanjung I Kecamatan Juwiring, Kabupaten Katen dapat disajikan seperti pada tabe 1 berikut:
Secara khusus untuk materi Geometri, media pembelajaran yang dianggap sesuai adalah media benda konkrit. Pembelajaran dengan menggunakan media benda konkrit sifatnya lebih mampu memberikan pengalaman riil kepada siswa karena siswa dapat melihat, merasakan dan meraba alat peraga yang digunakan guru. Pengalaman belajar yang lebih konkrit akan lebih tepat bagi anak usia sekolah dasar. Hal ini sejalan dengan pendapat Dale tentang kerucut pengalaman sebagaimana dikutip oleh Hamalik (1996) yang menjelaskan bahwa pengalaman berlangsung dari tingkat yang konkrit naik menuju tingkat yang lebih abstrak. Alasan lain adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Suharta (2001) bahwa dalam pembelajaran matematika selama ini dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Siswa banyak mengalami kesulitan belajar matematika di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika di kelas perlu ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Alasan lain khusnya terkait dengan materi Geometri, materi ini merupakan materi yang lebih berhubungan dengan hal yang bersifat konkrit, yaitu membahas tentang berbagai konsep bangun ruang yang banyak dijumpai daam kehidupan nyata. Dengan demikian, maka media benda konkrit diyakini cukup relevan untuk mendukung proses pembeajaran Geometri pada siswa.
Media benda konrit merupakan benda-benda tiruan yang memiiki bentuk sesuai dengan benda aslinya. Kesesuaian yang dimaksud bukanah selalu sama persis dengan aslinya, akan tetapi lebih ditekankan pada kesesuaian elemen-elemen yang berperan dalam memberikan bentuk benda. Media benda konkrit dapat membantu siswa berfikir secara konkrit menuju pada tahap berfikir secara abstrak. Hal ini terjadi karena melalui media benda konkrit maka pendidik dapat menyampaikan tentang unsur-unsur yang menyusunnya dan bagaimana mematematisasi unsur-unsur tersebut untuk proses perhitungan yang bersifat abstrak.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis mengadakan penelitian dengan judul “Penggunaan Media Benda Konkrit Untuk Meningkatkan Penguasaan Materi Volume Bangun Ruang Pada Siswa Kelas V SDN 1 Tanjung Kecamatan Juwiring Kabupaten klaten Tahun Pelajaran 2009/ 2010”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan atas latar beakang masaah yang teah diuraikan, dapat diidentifikasi adanya masalah-masalah sebagai berikut:
1. Bidang studi Matematika merupakan bidang studi yang dianggap sulit oleh banyak siswa tingkat sekolah dasar.
2. Dalam pembelajaran Matematika selama ini, banyak siswa yang kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan nyata sehari-hari.
3. Media konkrit yang seharusnya dapat membantu siswa dalam berfikir dari tahap berfikir konkrit menuju tahap berfikir abstrak justru belum banyak digunakan dalam pembelajaran Matematika, khususnya untuk materi Geometri.
C. Pemecahan Masalah
Adapun masalah-masalah yang telah diidentifikasi tersebut menuntut adanya pemecahan masalah sebagai berikut:
1. Diselenggarakan tindakan proses pembelajaran yang mampu menjembatani cara berfikir siswa dari tahap konkrit ke abstrak tentang Matematika khususnya dalam materi Geometri, sehingga proses pembelajaran lebih terkesan mudah dan berhasil guna dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. Digunakan media benda konkrit sebagai media yang mampu mempermudah proses pemahaman konsep dari konkrit ke abstrak, sehingga prestasi belajar Geometri siswa dapat ditingkatkan menjadi lebih baik.
D. Rumusan Masalah dan Pemecahannya
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah yang telah diuraikan, dibuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut yaitu “Apakah penggunaan media benda konkrit dapat meningkatkan penguasaan materi volume kubus dan balok pada siswa kelas V SDN 1 Tanjung Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten tahun pelajaran 2009/ 2010?”
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari diaksanakannya peneitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tindakan pembelajaran dengan media benda konkrit dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika khususunya dalam materi volume kubus dan balok pada siswa kelas V SDN 1 Tanjung Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten tahun pelajaran 2009/ 2010.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Teoretis
a. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan peran faktor pendukung terbentuknya perubahan perilaku siswa yang lebih baik terkait dengan bidang Geometri.
b. Hasil penelitian diharapkan dapat berperan dalam membangun konsep pembelajaran yang memperhatikan faktor proses pembelajaran sebagai faktor eksternal yang penting untuk diperhatikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai barikut:
a. Bagi Guru
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada guru tentang cara pembelajaran dengan menggunakan media konkrit untuk materi Geometri.
b. Bagi sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat menambah kekayaan referensi tentang strategi pembelajaran dalam bidang studi matematika.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Azis. 2009. Problematika Pembelajaran Matematika SD. www.azizgr.blogspot.com
Arief S .Sadiman. 1986. Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali
Ari Asnaldi. 2008. Teori-Teori Belajar Proses Perubahan. www.multiply.com
Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T., & Ely, D. P. (Eds.): International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd edition. New York: Elsevier Science, Inc.
Heru Subiyantoro. 2008. Hasil Belajar dan Pengukurannya. Jakarta: Rineka Cipta
Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. 2001. Media pembelajaran: Bahan sajian program pendidikan akta mengajar. FIP. UM.
I Gusti Putu Suharta. 2001. Matematika Realistik. http://www.depdiknas.go.id
Ingridwati Kurnia. 2007. Perkembangan belajar Peserta DidKi. Jakarta: Dirjen Dikti Departeman Pendidikan Nasional.
I Wayan Santyasa. 2007. Media Pembelajaran. Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan. Pada tanggal 10 Januari 2007 . Bandung: Universitas Ganesha
Moedjiono. 1981. Media pendidikan III: Cara pembukaan media pendidikan. Jakarta: P3G. Depdikbud.
Muchtar A. Karim. 1997. Pendidikan Matematika 1. Malang: Depdikbub
Oemar Hamalik. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka martina
Slametto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.
Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di samping. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.
Judul: CONTOH PTK MATEMATIKA MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI GEOMETRI DALAM BENTUK KUBUS DAN BALOK (KODE 39); Ditulis oleh aan kurnia ariadi; Rating Blog: 5 dari 5