Sunday, 6 September 2015

Meningkatkan Motivasi Kerja Melalui Supervisi Akademik pada Guru

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA
MELALUI SUPERVISI AKADEMIK
ADA GURU SD NEGERI  II JATISRONO WONOGIRI  TAHUN 2010


ABSTRAK 

Untuk Mendapatkan File lengkap dari BAB1-5 Hubungi 0856 42 444 991


Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi yang berupa: (a) Terdapat cukup banyak guru SD Negeri II Jatisrono (25%) yang memiliki motivasi kerja yang kurang, diukur dari: (1) Kesenangan guru dalam melakukan pekerjaan, (2) Antusias kerja guru dalam mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan maupun dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas lainnya; (3) Kesesuaiaian pekerjaan guru terhadap standar kerja, (4) Semangat juang guru dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah, (5) Konsistensi kerja guru ketika tanpa pengawasan, dan (6) Ekspresi kebahagiaan guru ketika menyelesaikan tugas dan komitmen pendidikan di sekolah; (b) Munculnya dampak buruk yang berupa kurangnya keberhasilan tujuan pendidikan di sekolah.
Tujaun dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Langkah-langkah pelaksanaan supervisi akademis oleh kepala sekolah kepada guru untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SD Negeri II Jatisrono, dan (2) Besarnya peningkatan motivasi kerja guru setelah pelaksanaan supervisi akademis dikembangkan oleh kepala sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri II Jatisrono pada semester gasal tahun pelajaran 2011/2012 selama 5 bulan.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pelaksanaan supervisi akademik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru dilakukan dengan: (1) Solusi atas permasalahan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran maupun dalam menyelesaikan administrasi pembelajaran. Permasalahan yang dialami guru dianggap sebagai factor yang menghambat munculnya motivasi kerja yang tinggi sehingga harus diselesaikan terlebih dahulu; (2) Pemberian motivasi secara langsung, yang dilakukan dengan (a) Menunjukkan fakta-fakta positif yang telah dicapai guru; (b) Memberikan Tantangan untuk Standar Keunggulan yang Tinggi; (c) Memberikan harapan-harapan untuk promosi kenaikan pangkat guru; (d) Menunjukkan skor pencapaian kerja guru; (e) Menyampaikan sanksi yang mungkin diterapkan bagi guru; (f) Menghadirkan pengawas sekolah dan kepala dinas pendidikan setempat; (g) Menciptakan suasana akrab; (h) Membuat bersama instrument observasi dan daftar sanksi; (i) Menunjukkan hasil observasi dan diskusi terbuka; (j) Memberikan penghargaan secara langsung atas prestasi guru; (3) Pelaksanaan supervisi akademik terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja guru.

DAFTAR PUSTAKA


Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia
Yusron Dahlan. 2009. Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Motivasi.http://dahlanforum.wordpress.com/2009/06/27/faktor-faktor-yang-dapat-mempengaruhi-Motivasi/. Diakses pada 25 Juli 2009
Soripada. 2007. Konsep Sekolah Model dan Intrumen Verifikasi Sekolah Model SMA. www.psb-psma.org diakses pada 25 Juli 2009.
Blumberg, Hansen. 1974. The Human Side Of Relationships Between Supervisors And Teachers To Understand Their Interactions. Human Resource Journal Vol 11. January, 1974
Vincent Gaspersz. 2000. Manajemen Motivasi Total. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Kusnan. 2009. Urgensi Supervisi Akademik Bagi Dosen Di Institusi Pendidikan Tinggi. http://pendidikantinggi.hostei.com/produk/1-kusnan.pdf
Igneel. 2009. Supervisi Pendidikan. http://dikot.blogspot.com/2009/11/supervisi-pendidikan.html. Diakses pada 25 Juli 2009
Sahertian, Piet A. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan : Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta, 2000.
Syaiful Sagala. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Ngalim Purwanto. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
H.A. Syamsudin Makmun. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Suharsimi Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Budiyono. 2007. Motede Statistik untuk Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Herman R. Soetisna. 2007. Pengukuran Motivasi. Bandung: Laboratorium PSK&E TI-ITB
Komarudin. 2004. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali,
Gomes, Faustino Cardoso. 2002. Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: Andi offset.
Puslitjaknov, 2008. MetodePenelitian Pengembangan. Jakarta: Depdiknas
Sinungan, Muchdarsyah. 2003. Motivasi, Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara.
H.A.R Tilaar. 1999. ParadigmaBaru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta
Bogdan, R..C. & Biklen, S.K. 1982. Qualitative Research for Education. Boston:Allyn & Bacon Inc.
Danim, Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Danim, Sudarwan. 2010. Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Depdiknas. 2001. Kurikulum Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.
Dediknas. 2003. Undang-Undang R I Nomor 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.
Supriadi, D. 2000. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita.
Depdiknas. 2004. Pola Pembinaan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan PGSD. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2005. Undang-Undang RI Nomor 14 Tentang Guru Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI Lulusan S 1 PGSD. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas.2008. StanPembangunan Pendidkan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Goetz, J.P. & Comte, LMD. 1984. Ethnography and Qualitative Design And Educational Research. New York: Academy Press Inc.
Hasan, S.H. 2004. Kurikulum dan Tujuan Pendidikan. Bandung: Pasca Sarjana UPI.
Hatten, K.J. & Rosenthal, S.R. 2001. Reaching
 for the Knowledge Edge. New York: Amrican Management Association.
Manisera, Marica., Dusseldrp, E., and Kooij, A.J. Van. 2005. Component Structure of Job Satisfaction Based on Herzberg’s Theory. Italy: Leiden University
Slade, L.A. and Rush, M. 1991.Achievement Motivation and Dynamics of Task Difficulty Choices. Journal of Personality and Society Psychology Vol 6 No 1, 165-172.

Sukmadinata, Nana Saodih,2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Williams, J.K. 2003. Maslow’s Hierarchy of Needs and Alderfer’s ERG Theory. London: SLC

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di samping. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.
Judul: Meningkatkan Motivasi Kerja Melalui Supervisi Akademik pada Guru; Ditulis oleh aan kurnia ariadi; Rating Blog: 5 dari 5